Senin

Tips dan Trik Mengolah Sampah Anorganik Secara Tepat

Tips dan Trik Mengolah Sampah Anorganik Secara Tepat
FEC Media

FedStyle.id - Pada dasarnya, sampah dibedakan menjadi dua jenis, yaitu sampah organik dan anorganik. Sampah organik adalah sampah yang mudah terurai, misalnya sisa makanan, daun kering, dan sebagainya. Sedangkan sampah anorganik adalah sampah yang sulit terurai, seperti plastik, kaca, kaleng, besi, dan yang lainnya. Sampah anorganik inilah yang menyumbang jumlah penumpukan sampah terbanyak. Hal ini tentu dapat berdampak pada pemanasan global dan kesejahteraan penghuni bumi di kemudian hari.


Ada beberapa orang yang memilih untuk membakar sampah anorganik karena prosesnya cepat. Padahal, kegiatan ini malah menimbulkan masalah baru, seperti polusi udara dan merusak lapisan ozon. Apakah kamu salah satu dari mereka? Jika iya, sebaiknya hentikan kebiasaan buruk itu karena meskipun caranya sangat praktis, tapi tidak memberikan solusi yang baik. Mulailah beralih menjadi Ibu Rumah Tangga yang lebih bijak, dengan memahami cara mengolah sampah anorganik. Selengkapnya, simak pembahasan berikut.


Memisahkan Sampah Anorganik dan Organik


Sebelum mulai mengolah sampah, hal pertama yang perlu dilakukan adalah memisahkan sampah-sampah tersebut. Sediakanlah setidaknya dua tempat sampah di rumah. Ketika hendak membuang sampah, segera pisahkan mana yang sampah anorganik dan organik. Langkah awal ini akan memudahkan kamu untuk melakukan cara pengolahan berikutnya. Tindakan ini juga bisa membantu para pemulung dan tukang sampah untuk mengumpulkan sampah anorganik.


Reduce


Cara kedua yang bisa dilakukan adalah reduce atau mengurangi sampah anorganik. Kamu pasti sudah bisa membedakan benda apa saja yang termasuk sampah anorganik, kan? Nah, usahakan semaksimal mungkin untuk tidak menggunakan benda-benda tersebut lagi.


Sebagai gantinya, manfaatkan benda lain yang memiliki fungsi sama, tapi bisa dipakai berkali-kali atau setidaknya yang mudah terurai. Misalnya saja membawa kantong belanja yang terbuat dari kain saat berbelanja di supermarket. Dengan demikian, kamu telah berpartisipasi mengurangi sampah plastik.


Alternatif lainnya, kamu bisa menggunakan paper bag atau kantong dari olahan singkong. Bisa juga membawa sedotan silikon atau stainless steel untuk mengurangi sampah sedotan. Membawa tumbler atau kotak makan sendiri saat jajan juga menurunkan jumlah sampah anorganik. Cara pengolahan ini sangat mudah, karena kamu tidak perlu berurusan dengan sampah anorganik di kemudian hari.


Ilustrasi (Pixabay)


Reuse


Sulit menghindari penggunaan benda yang berpotensi jadi sampah anorganik? Tidak apa-apa, kok. Namun, pastikan kamu menerapkan cara pengolahan sampah anorganik reuse atau menggunakannya kembali. Salah satu contoh yang paling mudah adalah menggunakan botol kaca bekas selai untuk menyimpan bumbu dapur. Alternatif lainnya adalah membuat celengan dari kaleng bekas susu, pot tanaman dari botol air kemasan, dan vas bunga dari botol kaca bekas kecap atau sirup.


Recycle


Pengolahan sampah anorganik dengan cara recycle atau daur ulang menjadi benda baru tergolong cukup populer. Pasalnya, kamu tidak hanya mengurangi jumlah sampah, tapi juga bisa mendapatkan penghasilan, lho! Beberapa contoh yang umum adalah mengolah kain perca menjadi taplak meja ala vintage, sarung bantal, atau isian boneka. Ada juga yang mengolah plastik bungkus camilan ringan menjadi tas belanja.


Kalau kamu tidak punya waktu untuk mendaur ulang, serahkan saja sampah anorganik tersebut ke lembaga khusus daur ulang. Sampah-sampah plastik biasanya akan diolah kembali menjadi plastik siap pakai. Tas bekas dan boneka usang juga bisa didaur ulang menjadi lembaran kain.


Replace


Cara pengolahan sampah anorganik yang terakhir adalah replace alias mengganti. Cara ini biasanya didukung oleh perusahaan yang menggunakan wadah plastik untuk produknya. Misalnya, perusahaan kosmetik dan air minum kemasan.


Saat produk yang digunakan sudah habis, kamu bisa mengembalikan wadahnya ke toko di mana kamu membeli produk tersebut. Nah, nantinya wadah itu akan disterilkan dan diolah untuk digunakan kembali oleh perusahaan. Beberapa perusahaan bahkan menawarkan diskon atau poin keanggotaan supaya pelanggannya giat berpartisipasi dalam mengurangi sampah anorganik. Sementara itu, perusahaan air minum kemasan biasanya menyediakan suatu tempat khusus di pusat perbelanjaan, sehingga kamu bisa meletakkan botol kemasan yang sudah kosong di sana.


Bagaimana, terbukti kan kalau mengolah sampah anorganik itu tidak sulit? Yuk, mulai jadi Ibu Rumah Tangga yang bijak dan pintar, supaya sampah anorganik bisa berkurang. Jangan lupa untuk ajak orang-orang di sekitar untuk melakukannya juga, ya. Bersama, kita pasti bisa!

Solusi Lengkap Download Aplikasi dan Games, Informasi Teknologi, Lifestyle dan Gadget