Senin

Waspada, Jangan Abaikan Tangisan Anak

Waspada, Jangan Abaikan Tangisan Anak
FEC Media

FedStyle.id - Ada orang yang berperilaku tenang saat menghadapi suatu masalah, namun ada orang yang cenderung bertindak agresif saat menghadapi masalah yang sama. Ternyata, hal tersebut berhubungan dengan cara orang tua atau pengasuh mereka merespons saat mereka menangis sewaktu masih anak-anak.


Banyak Sosiolog dan Psikolog membantah teori yang mengatakan bahwa membiarkan anak menangis hingga akhirnya terdiam sendiri akan melatih kemandiriannya. Nyatanya, membiarkan anak menangis akan membuatnya tumbuh menjadi pribadi yang agresif.


Menurut Konsultan Tidur Anak, Rebecca Minchi, tangisan seorang anak bukan semata karena mereka lapar, kedinginan, atau merasa tak nyaman. Tangisan yang merupakan cara bayi berkomunikasi juga bisa menjadi cara mereka mengungkapkan saat dirinya sedang cemas atau menginginkan kasih sayang dan kehangatan pengasuhnya.


Menurutnya, membiarkan anak menangis hingga diam dengan sendirinya merupakan bentuk pengabaian. Sebab, bayi belum memahami secara rasional apa yang mereka lakukan, meskipun sebagai pengasuhnya bertujuan untuk melatih bayi agar dapat menenangkan dirinya sendiri saat tidur.


Ilustrasi (Freepik)

Menurut Michi, seperti dilansir dari Culture Collectiva, hal tersebut membuat bayi enggan untuk berkomunikasi lagi. Meski nereka berhenti menangis saat malam hari, hal ini bukan berarti mereka belajar untuk tidur mandiri di malam hari. Tapi karena tangisan mereka tak ditanggapi, sehingga mereka memilih untuk tak melakukannya. Kondisi ini bisa memicu kerenggangan hubungan dengan pengasuhnya dalam artian orang tua.


Tak hanya itu, ketika bayi menangis dalam waktu yang lama, tubuh mereka akan mebgeluarkan kortisol yang dikenal sebagai hormon stres. Hormon ini meningkatkan kecemasan dan bisa menghambat hormon pertumbuhan dan menurunkan sistem imun.


Membiarkan anak menangis tanpa pendampingan juga membuat adrenalin mereka cepat terpacu. Dalam jangka panjang, hal ini membuat anak tersebut cenderung memiliki perilaku agresif dan impulsif. 


Selain itu, anak-anak yang diabaikan ini akan mengalami skor IQ dan kemampuan motorik halus yang lebih rendah. Dr. Koneati Rao, mengatakan, mengabaikan tangisan anak dapat merusak perkembangan syaraf, di mana hal ini akan berpengaruh saat Ia telah dewasa.

Solusi Lengkap Download Aplikasi dan Games, Informasi Teknologi, Lifestyle dan Gadget