Jumat

Gencet Saat Bercinta dan Cara Mengatasinya

Gencet Saat Bercinta dan Cara Mengatasinya
FEC Media

Gancet merupakan fenomena yang tergolong langka dan sering kali dikaitkan dengan hal-hal mistis. Padahal, kondisi penis terjepit di dalam vagina saat berhubungan seks ini dapat dijelaskan secara logis dan bisa diatasi dengan cara yang tepat.


Di tengah masyarakat, fenomena gancet sering kali dianggap sebagai hukuman bagi para pelaku tindakan asusila. Padahal, kondisi ini dapat dijelaskan secara logis melalui pendekatan medis. Perbedaan persepsi inilah yang akhirnya menimbulkan pro dan kontra mengenai fakta yang sebenarnya dari fenomena gancet.

 

Penyebab Gancet


Normalnya, saat berhubungan seksual, penis akan terisi dengan darah dan ukurannya terus membesar hingga ejakulasi. Di sisi lain, saat wanita mengalami orgasme, otot-otot dinding vagina akan berkontraksi.

 

Nah, kontraksi ini dapat mempersempit lubang vagina, sehingga menyulitkan pria untuk mengeluarkan penisnya, terutama jika masih membesar dan mengalami ereksi. Kondisi inilah yang disebut dengan istilah gancet. Pada sebagian kasus, dibutuhkan bantuan medis untuk mengeluarkan penis dari vagina.

 

Penyebab pasti terjadinya gancet belum dapat diketahui. Namun, muncul dugaan bahwa kondisi ini disebabkan oleh vaginismus, yaitu kondisi saat vagina menutup dengan sendirinya, karena kejang otot di dasar panggul.

 

Penyebab vaginismus sendiri belum diketahui secara pasti. Namun, ada beberapa hal yang diduga menjadi penyebab vaginismus, di antaranya:

 

Memiliki rasa takut akan vagina yang terlalu kecil

Mengalami pengalaman berhubungan seksual yang buruk

Memercayai bahwa seks adalah tindakan yang memalukan atau salah

Memiliki kondisi medis tertentu

Oleh karena itu, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti terjadinya gancet.


Kasus Gancet yang Pernah Dilaporkan


Karena kasus gancet atau penis captivus sangat jarang terjadi, hampir sulit untuk menemukan penelitian atau bukti medis tentang kejadian tersebut.

 

Namun, pada tahun 1979, British Medical Journal pernah menerbitkan ulasan dari klaim yang disampaikan oleh dua ahli ginekologi abad ke-19, bahwa mereka pernah menangani kasus gancet.

 

Tahun berikutnya, sebuah jurnal medis menerbitkan tanggapan dari seorang pembaca yang mengaku sebagai saksi mata ketika ada pasangan yang dibawa ke rumah sakit setempat karena mengalami gancet .

 

Selanjutnya, pada tahun 2016, saluran televisi Kenya memberitakan adanya pasangan yang dibawa ke dukun setempat setelah mengalami gancet.

 

Fenomena gancet yang berlangsung selama berjam-jam atau hingga berujung kematian masih merupakan kemungkinan yang belum bisa disingkirkan. Meski langka, kasus gancet yang sering dianggap sebagai rumor, kemungkinan pernah terjadi juga di Indonesia. Namun, publikasi medis terkait kasus ini sulit ditemukan.


Ilustrasi (Pixabay)


 

Cara Mengatasi Gancet


Mengingat penis captivus atau gancet bisa saja terjadi pada siapa saja dan kapan saja, penting untuk mengetahui langkah penanganan awal ketika mengalami gancet, seperti dikutip alodokter.com, yaitu:

 

-    Usahakan untuk tetap tenang dan tidak panik.

    Cobalah tarik napas panjang selama beberapa kaliagar otot penis maupun vagina bisa lebih rileks.

    Jangan melakukan apa pun yang bisa menyakiti diri dan pasangan, seperti memaksa menarik penis atau menggunakan pelumas.

       Segera hubungi layanan medis darurat, jika setelah beberapa menit Anda dan pasangan masih mengalami gancet. Dokter akan menyuntikkan obat penenang otot untuk meredakan otot organ intim yang tegang.


Jika Anda atau pasangan berisiko mengalami gancet karena memiliki kondisi-kondisi yang telah disebutkan di atas atau bahkan mungkin pernah mengalaminya, cobalah berkonsultasi dengan dokter agar dapat dilakukan pemeriksaan, penanganan, dan pencegahan.

 


Solusi Lengkap Download Aplikasi dan Games, Informasi Teknologi, Lifestyle dan Gadget